The rapid shallow breathing index (RSBI) untuk persiapan weaning (penyapihan) Ventilator

Sebagai seorang perawat intensif kita harus tahu beberapa indikator  pasien siap untuk ekstubasi salah satunya menggunakan RSBI. Walau pun hal tersebut adalah wewenang dokter tapi kita sebagai perawat pun harus tahu agar bisa melakukan weaning lebih awal & mengobservasi respon pasien terhadap peroses weaning ventilator. 

Rapid shallow breathing index (RSBI) atau Indeks pernapasan cepat dan dangkal adalah index atau nilai yang digunakan dalam penyapihan (weaning) ventilasi mekanik di unit perawatan intensif . 

RSBI didefinisikan sebagai rasio frekuensi pernapasan terhadap volume tidal (f/VT). pasien yang menggunakan ventilator tidak dapat bernafas dengan mandiri(perlu dibantu mesin) cenderung bernapas cepat (frekuensi tinggi) dan dangkal (volume tidal rendah)




.


Pasien dengan RSBI <105 (“positif”):

  • Jika pasien memenuhi kriteria untuk dilepaskan dari ventilator,dan memiliki  RSBI positif berarti kemungkinan besar ekstubasi akan berhasil.
  • RSBI positif sebagai data pendukung tambahan untuk pengambilan keputusan ekstubasi.

Pasien dengan RSBI >105 (“negatif”):

  • Pasien-pasien ini lebih mungkin mengalami kegagalan ekstubasi.
  • Namun, ada beberapa faktor pengganggu yang membuat pasien lebih mungkin memiliki RSBI negatif, termasuk jenis kelamin perempuan, ukuran tabung endotrakeal yang lebih kecil (selang ETT), dan penyedotan aktif selama pernapasan spontan (suction).
  • Jika pasien memiliki RSBI negatif, tetapi dalam semua aspek lain siap untuk ekstubasi, pertimbangkan faktor-faktor pengganggu potensial yang berperan sehingga menyebabkan nilai RSBI meningkat (yaitu, RSBI negatif tidak serta merta menghalangi dokter untuk memutuskan melakukan ekstubasi).





Komentar